Rabu, 09 Mei 2012

Iklim Dataran Tinggi


Pengertian Dataran Tinggi
Dataran Tinggi adalah Dataran luas yang letaknya di daerah tinggi atau pegunungan disebut dataran tinggi. Dataran tinggi terbentuk sebagai hasil erosi dan sedimentasi. Dataran tinggi dinamakan juga plato (plateau), misalnya Dataran Tinggi Dekkan, Dataran Tinggi Gayo, Dataran Tinggi Dieng, Dataran Tinggi Malang, atau Dataran Tinggi Alas. Dataran tinggi biisa juga terjadi oleh bekas Kaldera luas, yang tertimbun material dari lereng gunung sekitarnya. Misalnya Dataran Tinggi Dieng (Jawa Tengah) yang diduga oleh proses seperti itu.




*Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material .  Yang ditransport oleh media air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan. Delta yang terdapat di mulut-mulut sungai adalah hasil dan proses pengendapan material-material yang diangkut oleh air sungai, sedangkan bukit pasir (sand dunes) yang terdapat di gurun dan di tepi pantai adalah pengendapan dari material-material yang diangkut oleh angin.
* Kaldera adalah fitur vulkanik yang terbentuk dari jatuhnya tanah setelah letusan vulkanik.
* Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan.

Ciri-Ciri Dataran Tinggi
Iklim Dataran Tinggi Iklim ini terdapat di dataran tinggi dengan ciri-ciri, adalah sebagai berikut:
 a) Amplitudo suhu harian dan tahunan besar;
 b) Udara kering,
 c) Lengas (kelembaban udara) nisbi sangat rendah; dan
 d) Jarang turun hujan.

Amplitudo Dataran Tinggi
Amplitudo suhu atau simpangan suhu adalah perbedaan suhu yang terjadai akibat adanya penurunan dan kenaikan suhu rata-rata suatu tempat dalam hal ini adalah dataran tinggi.
Pada dataran tinggi suhu rata-rata berkisar 15—20 °C di siang hari dan di malam hari hanya 10 °C, bahkan pada pagi hari suhu udara dapat sedikit ekstrim dengan suhu bisa mencapai 0 °C yang memunculkan embun beku.

Udara Kering Dataran Tinggi
Untuk mengetahui daerah-daerah basah, kering, panas, atau dingin dapat digunakan data unsur cuaca. Daerah basah dan kering dipengaruhi oleh banyak sedikitnya curah hujan. Curah hujan daerah basah biasanya tinggi, di atas 3.00 mm/tahun. Contoh daerah basah adalah dataran tinggi Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Pulau Bali, Bogor, Pulau Lombok, dan dataran tinggi Irian Jaya. Curah hujan daerah kering rendah, yaitu kurang dari 1.00 mm/tahun. Misalnya daerah padang rumput di Nusa Tenggara dan sekitar palu dan luwuk di Sulawesi Tengah.
Udara yang mengandung uap air bergerak naik ke atas pegunungan. Akibat penurunan suhu, udara tersebut terkondensasi dan turunlah hujan pada lereng yang berhadapan dengan arah datangnya angin. Udara ini terus bergerak ke atas akhirnya turun ke sisi lereng di belakangnya, tetapi tidak lagi mengandung uap air. Sisi lereng yang di lalui udara kering disebut daerah bayangan hujan. Contoh angin Fohn di pegunungan Alpina, Angin Bohorok di Bukit Barisan (Sumatera), Angin musim barat Daya di pegunungan pantai barat India, dan Angin Pasat Tenggara di pegunungan pantai timur Brasil.
Daerah-daerah yang jarang turun hujan adalah di daerah pedalaman benua. Misalnya, Sahara, Arabia, pedalaman Persia, Turkestan, Gobi, Tibet, Chili Utara, Australia bagian barat, Afrika
Selatan, dan di sebagian daerah subtropis.

Kelembaban Udara Dataran Tinggi
Kelembapan adalah konsentrasi uap air di udara atau kapasitas udara untuk menampung uap air. Pada dataran tinggi, udara dan suhu juga akan mempengaruhi kelembaban udara di daerah tersebut. Karena tingkat udara yang terbilang kering dan suhu yang dapat mencapai 00C maka tak mengherankan jika konsentrasi kelembapan udara pada dataran tinggi juga rendah.

      Curah Hujan Rendah Dataran Tinggi 
      Pada dataran tinggi curah hujan yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan dengan dataran rendah dengan alasan sebagai berikut:
      1. Faktor garis lintang,  garis lintang adalah salah satu yang mempengaruhi banyak sedikitnya curah hujan.  Semakin rendah garis lintang semakin tinggi curah hujan yang dihasilkan, karena pada garis lintang rendah suhu akan jauh lebih tinggi dibandingkan geris lintang lebih tinggi, hal itulah yang menyebabkan penguapan yang tinggi pada garis lintang rendah dan penguapan yang tinggi mengakibatkan curah hujan yang tinggi.  Atau  semakin tinggi garis lintang maka akan menyebabkan suhu yang rendah dan semakin          rendah garis lintangnya akan menyebabkan suhu yang lebih tinggi. Suhu yang lebih tinggi  banyak dari pada dataran tinggi. Suhu yang lebih tinggilah yang menjadi pembeda antara daerah tinggi terhadap potensi curah hujan yang diturunkan. 
      2. Ketinggian tempat,  semakin tinggi suatu tempat maka kuantitas hujan pun akan semakin rendah dengan alasan bahwa suhu yang rendah akan mengurangi penuapan di tempat tersebut
      3. Jarak dari sumber penguapan, dekat dengan  sumber penguapan maksunya lebih dekat dengan laut. Karena laut adalah sumber paling utama pada penguapan yang menjadi sumber hujan. Pada daerah  tinggi sumber penguapan lebih jauh dari pada daerah dataran rendah sementara angin yang membawa uap air akan menjatuhkan volumenya sesegara mungkin,  maka dari itu tempat rendah jauh akan lebih banyak terkena hujan.
      4. Perbedaan suhu daratan dan  lautan, perbedaan suhu pada daratan dengan lautan termasuk yana mempengaruhi kuantitas atau banyaknya curah hujan yang diturunkan.  Ini karena perbedaan suhu antar elemen itu akan memperkaya hasil penguapan yang akan dihasilkan.
      5. Luas daerah, semakin luas daerah akan semakin tinggi curah hujan yang diturunkan.  Pada dataran tinggi daerah relatif kecil apabila dibandingkan dengan dataran rendah. Maka tidak mengherankan jika pada daerah dataran rendah curah hujan akan lebih tinggi.

Udara Dingin Di Dataran Tinggi
Udara pada ketinggian menjadi lebih dingin, karena tekanan di tempat lebih tinggi adalah lebih rendah. Gas atau udara mengembang pada tekanan yang rendah. Karena gas mengembang, maka molekul bergerak lebih lambat. Karena temperatur adalah ukuran seberapa cepat gerak molekul, maka temperatur di daerah tinggi akan menjadi lebih rendah.
Bisa juga diperbandingkan dari kondisi proses adibatik. Misalkan ada dua paket(parcel) udara pada tekanan dan temperatur yang sama. Satu di letakkan di dataran rendah dan satu di dataran tinggi. Sebagaimana kita ketahui udara bertekanan lebih tinggi di daerah bawah.

Kondisi Alam Dtaran Tinggi
Sebagai daerah yang jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota, dataran tinggi atau pegunungan masih memiliki keasrian alam, kehidupan flora dan fauna serta adat istiadat yang masih terjaga. Kondisi tersebut terjadi karena belum banyaknya kebudayaan dan modernisasi yang masuk ke daerah pegunungan

Potensi Alam Dataran Tinggi
Daerah pegunungan dapat dikatakan sebagai daerah tertinggal karena letak geografinya yang tinggi dan jauh dari daerah lain sehingga menyulitkan untuk dikembangkan.  Diantara kesulitan itu adalah minimya transportsi dan komunikasi. Namun apabila kita telusur lebih jauh ternyata ada potensi yang tersimpan pada dataran tinggi, diantaranya adalah sebagai daerah utama potensi pertanian, perkebunan, peternakan, dan pariwisata

Potensi Pertanian Dataran Tinggi
Walaupun pada teorinya daerah dataran tinggi jarang terdapat hujan namun hal itu tak lantas membuat daerah pegunungan menjadi daerah tandus, sebab meskipun jarang turun hujan tanah didaerah pegunungan sangatlah subur karena terjaganya kandungan tanah oleh suhu dan kelembapan udara yang rendah.
Sebagai potensi pertanian, pegunungan memiliki hasil yang jauh lebih baik. Diantara hasil pertanian tersebut adalah sayur-sayuran, ubi-ubian, dan tanaman palawija lainnya.

Potensi Perkebunan Dataran Tinggi
Perkebunan adalah lahan yang di peruntukan untuk hasil-hasil pertanian dengan umur tanaman dan panen yang lebih lama. Daerah dataran tinggi, lahan yang masih belum terpakai adalah salah satu potensi daerah perkebunan selain faktor lain yaitu kekhasan pada tanaman yang ditanam. Contoh tanaman perkebunan yang memiliki kekhasan adalah apel dan teh yang sangat cocok pada daerah suhu redah.

Potensi Peternakan Dataran Tinggi
Daerah yang cukup dingin pada dataran tinggi sangatlah cocok untuk tempat peternakan, terutama peternakan sapi baik perah maupun potong juga peternakan babi. Hal itu karena pada daerah pegunungan, masih banyak tersedianya pakan hijau tenak maupun sumber air yang melimpah. Dan alasan lain karena pada daerah yang cukup dingin, ternak akan cenderung lebih banyak makan dari pada ternak di daerah yang suhunya lebih tinggi. Serta pada babi ia bersifat homoiformis yaitu peka akan suhu tinggi maupun rendah.

Potensi Pariwisata Dataran Tinggi
Sama halnya dengan daerah pantai atau perkotaan, dataran tinggi memiliki potensi wisata yang tak kalah baik bahkan bisa dikatakan lebih unggul, ini karena pada dataran tinggi kita akan menemukan hal yang jauh berbeda dibandingkan dengan kebanyakan orang yang hidup didataran rendah. Diantara potensi wisata tersebut antara lain adalah perbedaan suasana dan tantangan, kebudayaan, ketenangan juga keasrian alam yang masih terjaga.

Kehidupan Masyarakat
Dengan masih asrinya alam pegunungan dan belum banyaknya kebudayaan yang masuk, masyarakat dataran tinggi masih kental akan adat istiadatnya. Dengan keasrian alam tersebut, masyarakat lebih cenderung bekerja sebagai petani ataupun peternak.

Mata pencaharian masyarakat di dataran tinggi
Sebagai daerah yang memiliki potensi alam yang menjanjikan, dataran tinggi menyediakan banyak hal untuk digunakan sebagai mata pencaharian. Diantara mata pencaharian tersebut adalah sewbagai berikut:
a. Peternak
Daerah dataran tinggi mempunyai iklim yang cukup dingin. Kondisi demikian cocok untuk memelihara ternak. misalnya sapi perah, kambing, kelinci, ayam pedaging dan ayam petelur.
b. Petani
Banyak juga penduduk dataran tinggi yang menjadi petani, namun jenis tanamannya berbeda dengan dataran rendah. Petani di dataran tinggi biasanya menanam palawija, sayur-mayur dan bunga. selain itu, ada juga petani yang bertanana berupa perkebunan, misalnya teh, kopi, cengkeh, pala dan buah-buahan.
c. Pekerja/buruh perkebunan
Didaerah dataran tinggi biasanya terdapat perkebunan besar. Banyak penduduk dataran tinggi yang bekerja sebagai buruh perkebunan. Misalnya buruh di perkebunan teh, kopi dan cengkeh.
d. Pekerja pertukangan
Pekerja pertukangan ialah orang-orang yang bekerja membuat rumah. Ada dua macam tukang yaitu tukang batu dan tukang kayu. peerjaan tukang batu anatara lain membuat tembok, pendasi, dan memasang tekel. tukang kayu membuat pintu dan jendela.
e. Pedagang
Pedagang dataran tinggi membeli hasil daerah dataran tinggi seperti sayur-sayuran, buah-buahan, kopi, cengkeh dan pala. Selain itu mereka menyediakan beras dan barang-barang kebutuhan yang tidak dihasilkan daerah dataran tinggi.